Karakter Pria Masa Kini


Karakter Pria Masa Kini - Tentu saja karakter pria jaman dulu dengan pria masa kini memiliki perbedaan yang sangat jauh, jika dulu memiliki istri yang berpenghasilan lebih besar seringkali membuat banyak pria merasa minder. Namun, lain dulu, lain sekarang. Kini, banyak pria yang justru bangga mempunyai istri yang gajinya lebih besar. Jadi, bagaimana sesungguhnya Karakter Pria Masa kini??

Dari berbagai survey yang dilakukan ditemukan bahwa ada sejumlah perubahan yang terjadi pada pemikiran pria generasi seperempat abad lalu dengan pria masa kini. Survei ini diadakan agar wanita lebih memahami tipe dan keinginan pria masa kini, Nah berikut inilah karakter pria masa kini:

1. Pria merasa kehidupannya lebih sulit
"Di satu sisi, pria diminta untuk menjadi bijaksana, peduli, bersemangat, pengertian, dan dewasa. Tapi, di sisi lain mereka masih dituntut menjadi maskulin, sekaligus tetap memiliki perasaan lembut," kata William Pollack, PhD, kepala bagian Pusat Kesehatan Pria di Rumah Sakit McLean, Massachusetts, AS.

2. Tekanan batin pengaruhi kehidupan seks
"Masalah nomor satu yaitu urusan hasrat yang rendah," kata Ian Kerner, PhD, terapis seks dan penulis buku, 'She Comes First'.

"Sepuluh tahun lalu, wanita lebih sering mengalami kehilangan libido. Kini, jumlah pasien pria yang mengalami masalah rendahnya libido jumlahnya telah melampaui pasien wanita."

Dan menurut Kerner, permasalahan itu terjadi karena pria makin mudah terserang stres dan sering alami tekanan batin, yang bisa mempengaruhi hasrat bercinta.

3. Pria bangga punya pasangan dengan gaji lebih besar
"Pria kini tidak terlalu bermasalah dengan pemikiran bahwa pasangan mereka akan membawa lebih banyak uang ke rumah. Bagi mereka, kondisi ini menguntungkan, mengingat makin tingginya biaya hidup zaman sekarang, " kata Kathleen Gerson, PhD, profesor sosiologi di New York University dan ketua Fakultas Seni dan Science Gender Equity Committee.

4. Pria masih bisa terancam keberhasilan wanita
"Wanita dapat menjadi produktif dan reproduksi," kata Lionel Tiger, PhD, profesor antropologi di Universitas Rutgers. Menurut Lionel, hal ini bisa menjadi masalah bagi pria.

"Unsur produktif bagi pria, kini juga dimiliki wanita. Meski pria bangga punya istri bergaji besar, tapi jika pria dibiarkan tidak memiliki kontribusi, mereka bisa merasa tidak dibutuhkan sama sekali."

Karena itu, Lionel menambahkan, para wanita perlu menyadari hal ini. Tetaplah menghargai suami, meski Anda lebih sukses darinya. Di kantor mungkin Anda adalah atasan, tapi di rumah, Anda adalah istri dan partner yang posisinya sejajar dengannya.